Keunikan Gerak Tari Kreasi
merupakan pengungkapan ekspresi jiwa manusia dalam gerak-gerak indah dan ritmis, seperti yang didefinisikan oleh Soedarsono pada tahun 1933. Dalam gambar tersebut, tari dibagi menjadi dua jenis utama:
1. Tari Tradisional
2. Tari Kreasi
PENGENALAN TARI TRADISIONAL
Tari tradisional adalah salah satu bentuk ekspresi budaya yang kaya dan beragam di Indonesia.
Tarian ini memiliki ciri khas yang menunjukkan identitas dan keunikan dari daerah asalnya. Tari tradisional juga memiliki fungsi yang berbeda-beda, mulai dari sarana upacara, hiburan, hingga pertunjukan.
Ciri khas tari tradisional di Indonesia.
Tarian tradisional adalah tarian yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari budaya lokal. Berikut adalah ciri-ciri utamanya:
1. Diwariskan secara turun-temurun
2. Diringi musik tradisional
3. Menggunakan kostum dan properti khas
4. Memiliki makna dan filosofi
5. Menjadi bagian dari ritual
6. Memiliki pola gerak dan formasi yang baku
Tari Kreasi
Tari Kreasi adalah bentuk tari baru hasil pengembangan pola gerak tari tradisional (klasik atau kerakyatan) dengan sentuhan inovasi, kreativitas, dan modifikasi pada koreografi, iringan musik, tata rias, serta busana, yang bisa tetap berlandaskan tradisi (berpola tradisi) atau justru melepaskan diri dari pola tradisi (non-tradisi), menciptakan ekspresi artistik yang lebih bebas dan modern, seperti contoh Tari Merak atau Tari Yapong.
Tari Kreasi merupakan tari yang timbul karna adanya keinginan untuk mengolah, mencipta, ataupun mengubah gerak yang menjadi dasarnya.
Tari Kreasi adalah media kebebasan breskpresi para seniman untuk mencari kemungkinan yang baru dalam bidang seni tari (inovasi). Tari Kreasi merupakan pengembangan tari yang sudah ada sebelumnya, menjadi tarian yang baru, tanpa meninggalkan esensi atau ciri dari tarian tersebut.
JENIS TARI KREASI
1. Tari Kreasi Berpolakan Tradisi
2. Tari Kreasi Tidak Berpolakan Tradisi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar